Meskipun program vaksinasi telah dimulai di berbagai negara, Organisasi Kesehaan Dunia (WHO) tetap mengimbau untuk melakukan pencegahan dengan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.
Ketahui gejalanya
Selain itu, salah satu cara mencegah penularan yang masif, adalah dengan mengetahui gejalanya sedini mungkin. Tiga gejala awal Covid-19 yang banyak ditemukan biasanya berupa demam, batuk kering, dan sesak napas.
Namun, seiring waktu, daftar gejala tersebut bisa bertambah panjang. Tingkat keparahannya pun beragam, mulai dari demam ringan dan batuk, hingga gangguan pernapasan yang parah.
Gejala 1
– Demam Demam merupakan gejala pertama yang diderita sebagian besar pasien Covid-19. Ada kecenderungan pasien mengalami demam selama beberapa hari setelah terkena virus.
Gejala 2
– Batuk Batuk yang ditimbulkan akibat Covid-19 biasanya bersifat kering. Hal ini dikarenakan infeksi virus menyebar ke dalam tubuh melalui hidung atau mulut, sehingga gejala kedua yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit ini adalah batuk
Gejala 3
– Kehilangan rasa dan bau Hilangnya kemampuan indera perasa dan penciuman. Gejala ini telah dilaporkan sebagai salah satu tanda awal penyakit Covid-19. Sama seperti gejala batuk, karena infeksi menyebar ke tubuh melalui hidup dan mulut, maka kemungkinan besar akan memengaruhi indera penciuman dan perasa.
Gejala 4
– Sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot Gejala seperti nyeri otot, sakit tenggorokan dan sakit kepala terjadi saat virus telah masuk ke dalam tubuh manusia dan mulai berkembang biak. Pada tingkat yang lebih parah, virus dapat menyebabkan peradangan, sehingga menyebabkan rasa sakit.
Gejala 5
– Diare Infeksi virus juga mempengaruhi sistem pencernaan dan usus. Hal ini menyebabkan penderita mengalami diare. Diare yang disebabkan karena Covid-19 serta gejala lainnya, dapat mengonfirmasi bahwa seseorang telah terinfeksi virus.
Apabila seseorang mengalami serangkaian gejala semacam ini, maka harus menjalani tes lebih awal.
